May 2026

BumiHub Perluas Akses Global Produk Perhutanan Sosial, Gelar Misi Dagang ke Malaysia Bersama Lokasoka

Dari Desa ke Dunia: Kisah Produk Perhutanan Sosial Bersama BumiHub

Indonesia dikenal memiliki kekayaan alam dan produk lokal yang melimpah, terutama dari sektor perhutanan sosial. Mulai dari kopi, madu hutan, hingga produk turunan alami lainnya, banyak di antaranya memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk global. Namun, realitanya tidak semua produk tersebut mampu menembus pasar yang lebih luas. Dilansir dari Harvard Business School, setidaknya ada lima tantangan utama dalam international business, yaitu perbedaan bahasa, perbedaan budaya, pengelolaan tim global, fluktuasi nilai tukar dan inflasi, serta dinamika politik dan regulasi di masing-masing negara. Selain itu, tantangan seperti keterbatasan akses pasar, minimnya branding, hingga distribusi yang belum terintegrasi sering menjadi hambatan utama. Akibatnya, produk unggulan dari desa hanya berputar di pasar lokal, tanpa mendapatkan nilai ekonomi yang maksimal. Di titik inilah kebutuhan akan sebuah ekosistem yang mampu menjembatani produk lokal dengan pasar yang lebih luas menjadi semakin penting. Baca juga: 15 Isi Hampers Natal dengan Sentuhan Produk UMKM Lokal dari Lokasoka BumiHub: Ekosistem yang Menghubungkan Produk Hutan ke Pasar Dunia BumiHub hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Dibangun oleh Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi bersama Lokasoka, BumiHub bukan sekadar platform, melainkan sebuah ekosistem yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan usaha perhutanan sosial secara berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, BumiHub berperan dalam: Dengan pendekatan ini, BumiHub tidak hanya membantu produk “terjual”, tetapi juga memastikan bahwa setiap produk memiliki cerita, nilai, dan daya saing di pasar global. Kisah di Balik Produk: Dari Hutan, Oleh Komunitas Di balik setiap produk yang dibawa BumiHub, terdapat cerita tentang komunitas, kearifan lokal, dan hubungan yang erat dengan alam. Kopi Telisak: Keunikan Kopi Agroforestry Excelsa dari Jambi Berasal dari Sarolangun, Jambi, Kopi Telisak merupakan salah satu contoh produk perhutanan sosial yang memiliki keunikan tersendiri. Kopi ini berasal dari varietas excelsa yang relatif jarang ditemukan, dengan karakter rasa yang khas. Lebih dari itu, kopi ini ditanam menggunakan sistem agroforestry—sebuah metode yang menggabungkan tanaman kopi dengan pohon hutan lainnya. Pendekatan ini tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah dan keberlanjutan produksi. Madu Telisak: Tradisi Panen Madu dari Pohon Sialang Selain kopi, terdapat pula Madu Telisak, madu hutan alami yang dipanen langsung dari pohon sialang. Proses panennya dilakukan dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Metode ini tidak merusak habitat lebah, sehingga keberlanjutan ekosistem tetap terjaga. Inilah yang menjadikan madu ini tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan budaya yang kuat. Niu Kencana: Minyak Kelapa yang Menguatkan Perempuan Desa Dari sektor pengolahan, Koperasi Niu Kencana Asri menghadirkan produk minyak kelapa kampung yang diproduksi oleh perempuan desa. Program pemberdayaan yang dijalankan berhasil meningkatkan kapasitas produksi hingga lima kali lipat setelah mendapatkan dukungan investasi sosial. Hal ini menunjukkan bahwa ketika akses dan pendampingan diberikan, komunitas lokal mampu berkembang secara signifikan. Produk ini bukan sekadar minyak kelapa, tetapi juga representasi dari kemandirian ekonomi perempuan desa. Magaya: Sabun Natural dari Bahan Lokal Masih dari koperasi yang sama, hadir pula Magaya, sabun natural berbahan dasar madu dan pepaya. Produk ini menjawab tren pasar yang semakin mengarah pada produk perawatan berbasis bahan alami. Dengan memanfaatkan bahan lokal, Magaya tidak hanya ramah bagi kulit, tetapi juga mendukung rantai produksi yang berkelanjutan. Dampak Nyata: Dari Pemberdayaan ke Pertumbuhan Ekonomi Kehadiran BumiHub memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar peningkatan penjualan produk. Ekosistem ini turut mendorong pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas usaha, serta pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. Beberapa dampak yang mulai terlihat antara lain: Dengan demikian, perhutanan sosial tidak hanya menjadi program konservasi, tetapi juga solusi nyata untuk pembangunan ekonomi yang inklusif. Langkah Menuju Pasar Global: Misi Dagang ke Malaysia Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, BumiHub memulai langkah strategis melalui kegiatan Misi Dagang (Trade Mission) Market Intro Malaysia yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Kuala Lumpur hingga Perlis. Kegiatan ini mencakup beberapa agenda utama, antara lain: Langkah ini menjadi pintu awal bagi produk perhutanan sosial Indonesia untuk dikenal dan diterima di pasar internasional. Bukan Sekadar Produk, Tapi Gerakan Produk-produk yang dibawa oleh BumiHub bukan hanya komoditas, tetapi bagian dari sebuah gerakan yang lebih besar. Gerakan untuk menjaga hutan, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil. Perhutanan sosial menjadi salah satu pendekatan yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus mulai dari isu lingkungan hingga ketimpangan ekonomi. Dalam hal ini, BumiHub berperan sebagai penghubung yang memastikan bahwa nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi peluang nyata. Dari Desa ke Dunia, Dampak Tetap Kembali ke Lokal Langkah menuju pasar global bukan berarti meninggalkan akar lokal. Justru sebaliknya, semakin luas jangkauan pasar, semakin besar pula potensi dampak yang dapat kembali ke komunitas. Melalui semangat go global, impact local, BumiHub membuka jalan bagi produk perhutanan sosial untuk naik kelas, tanpa kehilangan identitas dan nilai yang dimilikinya. Dari desa ke dunia, perjalanan ini baru saja dimulai. Jelajahi berbagai produk unggulan lokal yang telah dikurasi melalui platform Lokasoka, dan dukung langsung komunitas lokal di balik setiap produk yang Anda pilih. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi📱 WhatsApp: +62 851 3870 0132  

Dari Desa ke Dunia: Kisah Produk Perhutanan Sosial Bersama BumiHub Read More »

BumiHub Perluas Akses Global Produk Perhutanan Sosial, Gelar Misi Dagang ke Malaysia Bersama Lokasoka

BumiHub Perluas Akses Global Produk Perhutanan Sosial, Gelar Misi Dagang ke Malaysia Bersama Lokasoka

Upaya mendorong produk perhutanan sosial Indonesia menembus pasar internasional memasuki babak baru. Ekosistem BumiHub, yang diinisiasi oleh Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi dan didukung oleh platform Lokasoka, resmi menggelar Misi Dagang (Trade Mission) Market Intro Malaysia pada 30 April–3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) ke pasar regional, sekaligus memperkuat positioning Indonesia sebagai produsen produk berbasis keberlanjutan (sustainable goods). Ekosistem Produk Perhutanan Sosial dan Tantangan dalam Menembus Pasar Global Dalam beberapa tahun terakhir, program perhutanan sosial di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi jumlah kelompok usaha maupun ragam produk yang dihasilkan. Beberapa produk di antaranya termasuk hasil hutan non-kayu seperti madu, kopi, hingga produk turunan berbasis olahan alami. Namun demikian, pertumbuhan produksi belum sepenuhnya diikuti dengan kesiapan pasar. Sejumlah tantangan struktural masih menjadi penghambat utama, terutama terkait akses pasar, standardisasi kualitas, dan kesiapan komersialisasi. Sebagai konteks, program perhutanan sosial sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan akses kelola hutan kepada masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.  Dalam praktiknya, kelompok usaha yang dikenal sebagai KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) dibentuk sebagai entitas bisnis komunitas untuk mengembangkan hasil hutan secara produktif. Namun, meskipun jumlah KUPS terus berkembang, banyak di antaranya masih menghadapi hambatan antara lain: Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk berkelanjutan dan ethically sourced, gap antara potensi produk dan kesiapan pasar ini menjadi semakin krusial untuk dijembatani. BumiHub: Ekosistem untuk Skalabilitas Produk Sosial Kehadiran BumiHub menjadi jawaban atas tantangan klasik produk perhutanan sosial, yakni akses pasar, standardisasi kualitas, dan kesiapan ekspor. Melalui kolaborasi antara Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi dan Lokasoka, BumiHub dibangun sebagai platform terintegrasi yang mencakup: Pendekatan ini memungkinkan produk perhutanan sosial tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global dengan standar yang lebih terukur. Misi Dagang Malaysia: Strategi Ekspansi Pasar Sebagai langkah awal ekspansi internasional, BumiHub menjalankan misi dagang ke Malaysia dengan tiga agenda utama yang berorientasi pada pembukaan jalur distribusi: 1. Audiensi dengan pengelola Larkin Sentral (Johor Bahru) Sebagai salah satu hub transportasi terbesar di Malaysia, Larkin Sentral dinilai memiliki potensi sebagai kanal distribusi retail untuk menjangkau pasar massal. 2. Pertemuan dengan Wizi (ekosistem Superglove) Kolaborasi ini membuka peluang integrasi produk kopi perhutanan sosial ke dalam rantai pasok industri. 3. Partisipasi dalam pameran bersama Koperasi ANGKASA di Perlis Dengan jaringan lebih dari 12.000 anggota koperasi, ANGKASA menjadi kanal strategis untuk penetrasi pasar berbasis komunitas di Malaysia. Rangkaian agenda ini mencerminkan strategi go-to-market yang tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga pada pembangunan akses distribusi yang konkret dan berkelanjutan. Dorong Produk “Ecopreneur” Berbasis Perhutanan Sosial Dalam misi ini, BumiHub membawa produk-produk unggulan dari KUPS yang telah dikurasi dengan pendekatan ecopreneurship, yakni menggabungkan nilai ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Beberapa pelaku usaha yang terlibat antara lain: 1. Koperasi Suku Dalam Sejahtera (Sarolangun, Jambi) Memberdayakan komunitas usaha masyarakat lokal di Sarolangun, Jambi melalui produk berbasis agroforestry: 2. Koperasi Niu Kencana Asri Berfokus pada pemberdayaan perempuan desa, dengan pertumbuhan kapasitas hingga 5 kali lipat pasca dukungan investasi sosial sosial dari CAPPA: Produk-produk ini tidak hanya menawarkan kualitas, tetapi juga storytelling kuat terkait keberlanjutan, pemberdayaan komunitas, dan praktik produksi etis yang notabene merupakan nilai yang semakin dicari di pasar global. Go Global, Impact Local! Langkah ekspansi ke Malaysia menjadi bagian dari visi jangka panjang BumiHub untuk membawa produk perhutanan sosial Indonesia ke pasar global, tanpa menghilangkan dampak lokalnya. Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk berkelanjutan, pendekatan berbasis ekosistem seperti BumiHub dinilai menjadi model baru dalam pengembangan ekonomi komunitas. Dengan menghubungkan produksi berbasis hutan dengan pasar modern, inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat transformasi perhutanan sosial dari program pemberdayaan menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif di tingkat regional hingga global. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Sekretariat BumiHub Indonesia:

BumiHub Perluas Akses Global Produk Perhutanan Sosial, Gelar Misi Dagang ke Malaysia Bersama Lokasoka Read More »

© 2024 PT Ecodoe Widya Candia Internasional

Scroll to Top
Hotline (09.00-16.00)
Konsultasi Gratis

Konsultasi dengan tim kami melalui chat