Souvenir perusahaan sering kali menjadi bagian terakhir dari sebuah acara, karena ia dibagikan setelah sesi selesai, difoto sebentar, lalu terlupakan. Tidak sedikit souvenir yang akhirnya hanya berpindah tempat dari goodie bag ke laci, bahkan langsung berakhir di tempat sampah.
Padahal, tujuan utama souvenir bukan sekadar dibagikan, melainkan diingat dan digunakan. Namun, membuat souvenir jadi barang yang dikenang bukan hal yang mudah, hal ini jadi tantangan bagi sejumlah perusahaan agar strategi branding melalui souvenir ini bisa berjalan maksimal.
Jadi bagaimana strategi yang tepat? simak informasi selengkapnya berikut ini!
Mengapa Banyak Souvenir Berakhir Dibuang?
Sebelum membahas solusinya, penting memahami penyebab kegagalan souvenir yang sering dilakukan beberapa perusahaan maupun perorangan:
- Pemilihan barang yang kurang tepat
- Barang kurang fungsional
- Kualitas souvenir kurang baik
- Desain terasa seperti iklan
- Terlalu besar atau berat dibawa pulang
- Tidak memiliki makna apa pun
Cara Agar Souvenir Perusahaan Menjadi Barang yang Diingat

Supaya strategi branding melalui souvenir ini bisa berjalan efektif, ada beberapa strategi yang perlu diterapkan perusahaan. Berikut beberapa strategi yang bisa jadi referensi:
1. Buat Souvenir yang Bisa Langsung Dipakai
Souvenir yang bertahan lama hampir selalu memiliki satu kesamaan, yakni bisa langsung digunakan tanpa harus tahu apa fungsi utamanya. Barang seperti tumbler, tote bag, alat tulis, atau kalender meja memiliki keunggulan tersebut, karena penerima tidak perlu bertanya “Ini sebenarnya buat apa?”
Jadi, semakin cepat souvenir digunakan, semakin besar kemungkinan barang tersebut akan disimpan. Oleh karena itu, pemilihan hadiah jadi salah satu hal yang krusial.
2. Utamakan Fungsi, Bukan Keunikan
Souvenir unik memang menarik, tetapi tidak selalu efektif untuk branding. Sebaliknya, barang sederhana dengan fungsi jelas justru lebih sering dipakai dalam jangka panjang. Fungsi yang kuat akan mengalahkan desain yang terlalu rumit. Sebab, souvenir yang baik tidak hanya untuk dipajang, tetapi juga bisa menemani aktivitas sehari-hari.
3. Hindari Desain yang Terlalu Promosi
Salah satu alasan terbesar souvenir perusahaan sering dibuang adalah logo yang terlalu mendominasi. Banyak orang enggan menggunakan barang yang terlihat seperti media iklan berjalan, karena dirasa desainnya cukup mengganggu penampilan.
Oleh karena itu, selain mengutamakan fungsi desain juga jadi sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan. Beberapa hal yang bisa jadi referensi saat membuat souvenir perusahaan, antara lain:
- Logo kecil dan rapi
- Warna netral
- Desain tetap estetik meski tanpa branding
4. Beri Alasan Emosional untuk Menyimpannya
Souvenir yang memiliki cerita jauh lebih sulit untuk dibuang karena manusia secara alami terikat pada makna, bukan sekadar benda. Ketika sebuah souvenir dikaitkan dengan momen tertentu, barang tersebut akan memiliki nilai emosional di mata penerima.
Contohnya:
- Merchandise edisi terbatas acara
- Souvenir dengan tema khusus tahunan
- Pesan singkat yang relevan dengan momen
5. Perhatikan Momen Pemberian Souvenir
Momen pemberian souvenir memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana barang tersebut dipersepsikan oleh penerima. Souvenir yang diberikan pada waktu yang tepat akan terasa lebih bermakna karena hadir sebagai bentuk apresiasi, bukan sekadar formalitas acara
Souvenir yang diberikan di momen tepat akan terasa lebih bermakna, misalnya:
- Setelah acara selesai
- Saat onboarding karyawan
- Setelah kerja sama tercapai
6. Kualitas Menentukan Persepsi Brand
Penerima secara tidak sadar akan menyamakan kualitas souvenir dengan kualitas perusahaan. Souvenir dengan bahan tipis, cetakan buram, atau cepat rusak berisiko menciptakan kesan negatif terhadap pemberi.
Oleh karena itu, pastikan perusahaan Anda memberikan barang yang berkualitas, supaya nilai dan tujuan souvenir dapat tercapai dengan baik.
7. Pilih Souvenir yang Masuk ke Rutinitas Harian
Souvenir yang masuk ke dalam rutinitas harian memiliki peluang paling besar untuk terus diingat dan digunakan dalam jangka panjang. Barang yang dipakai berulang, seperti botol minum, alat tulis, atau perlengkapan kerja, secara tidak sadar akan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari penerima.
Ketika sebuah souvenir digunakan secara konsisten, kehadiran brand pun terekam secara alami tanpa terasa seperti promosi.
Contoh Souvenir yang Timeless
Souvenir timeless adalah jenis barang yang tidak terpengaruh tren dan tetap relevan digunakan dari tahun ke tahun. Berikut beberapa rekomendasi timeless yang bernilai besar:
- Tote bag bahan tebal dengan desain netral
- Tumbler stainless atau botol minum reusable
- Notebook atau agenda tanpa tahun
- Kalender meja custom dengan desain minimalis
- Pouch multifungsi
- Alat tulis berkualitas premium
Percayakan Souvenir Perusahaan pada Partner yang Berpengalaman
Memilih souvenir yang tepat tidak hanya soal produk, tetapi juga tentang pemahaman terhadap kebutuhan brand dan tujuan pemberiannya. Dengan pengalaman dalam menyediakan berbagai pilihan souvenir perusahaan yang fungsional, relevan, dan berkualitas.
Lokasoka hadir sebagai partner yang membantu perusahaan menciptakan souvenir yang tidak sekadar dibagikan, tetapi juga bisa bermanfaat. Melalui pendekatan kurasi produk dan personalisasi yang matang, setiap souvenir dapat disesuaikan dengan karakter brand, momen acara, hingga pesan yang ingin disampaikan.
Jika Anda ingin menghadirkan souvenir yang memiliki nilai jangka panjang dan mampu memperkuat citra perusahaan, Lokasoka bisa membantu Anda dalam customisasi souvenir berkualitas. Hubungi kami sekarang, untuk informasi lebih lanjut.


